Cara Membuat kostum sailor untuk perform anak


Cara membuat kostum sailor| Beberapa bulan yang lalu saat persiapan graduation di sekolah cita pelangi, mulailah dibagikan tugas oleh miss untuk menyiapkan kostum ananda yang bertema sailor, dari zaman kapan gituh kita kan mengusahakan untuk meminimalisir beli-beli, dan mengutamakan untuk mengupayakan dan mendayagunakan sumber daya di sekitar yang ada dan terjangkau... (apasiiii,... ni bahasa kayak zaman orde baru)

tapi... eh tapi... dari saban hari searching, gak nemu-nemu bagaimana kita bisa mendayagunakan sumber daya yang tersedia untuk membuat tuh kostum sailor, akhirnya berpikir nih, tapi ga keras-keras sih, selow aja, sampai keidean sesuatu, dicoba dipraktekkan tapi ternyata ga bisa, kemudian meditasi lagi dan tarrrrraaaaaa... mari kita coba....

jadi begini caranya :

1. Kita bikin pola jangkar dulu, temen-temen bisa searching dulu gambarnya, lalu kita siapkan beberapa alat yaitu karton manila, gunting, pensil dan penggaris.




bikin mallnya 
pola
diperbanyak

2. setelah membuat pola jangkar, kita bikin topi kerucut dengan menggunakan karton warna putih, nah si topi ini pola pembuatannya sama seperti saat kita membuat origami perahu...



3.  tinggal tambahin garis biru yah....


4. nah karena dibutuhkan topi sailor sebanyak anak-anak kelas, jadi tidak ada salahnya untuk mengajak ibu-ibu yang lain untuk untuk berpartisipasi...


5. nah untuk kostumnya sendiri, disesuaikan dengan wardrobe yang ada di rumah, temanya seputar biru dan putih, atau bergaris-garis, di bagian leher dipakaikan slayer.


sesuai dengan wardrobe yang ada di rumah, kaka pelangi pakai kerudung biru, slayer putih, baju putih, dan rok biru, begitu pun dengan teman-teman menyesuaikan dengan wardrobe yang ada di rumah, walaupun berbeda-beda tapi tetep kompak kan...




nunggu antrian perform





| Tidak ada komentar

Panduan Dasar Homeschooling untuk Orang Tua di Indonesia

Panduan Dasar Homeschooling untuk Orang Tua di Indonesia || Pada kesempatan kali ini, kami ingin berbagi pengalaman seputar proses penyelenggaraan homeschooling yang kami jalankan. Khusus pada kesempatan ini, yang ingin kami bagikan adalah pengalaman awal mula terselenggaranya kegiatan belajar-mengajar kami di rumah (homeschooling) bagi anak-anak kami. Semoga dengan pengalaman yang kami ceritakan ini, bisa bermanfaat atau syukur bisa jadi Panduan Dasar Homeschooling untuk Orang Tua di Indonesia.


Pengalaman itu bermula dari ...

Persis di samping rumah kami diselenggarakan kegiatan belajar untuk anak-anak usia dini. Paud "nganu" namanya. Disisi lain, anak petama kami kala itu sedang berusia +- 3,5 tahun. Dimana usia tersebut sangat dianjurkan untuk mengikuti kegiatan belajar di tempat itu. Entahlah, sejak paud "nganu" menyelenggarakan kegiatan belajarnya persis di samping rumah kami itu, kami tak sedikitpun tergerak untuk mendaftarkan anak kami.

Sudah barang tentu ada alasan, pertama, semenjak diselenggarakannya Paud nganu yang di sebelah rumah kami itu sudah seperti ritual Sekolah Dasar, karena saban hari senin tiba, si Paud nganu itu menyelenggarakan semacam upacara dan pembacaan Pancasila... OMG... yah mungkin bagus juga kali untuk pembiasaan dan mempersiapkan anak-anak masuk Sekolah Dasar atau mungkin guna menumbuhkan jiwa nasionalisme, tapi ya... gimana ya... menurut hemat kami sih anak-anak Paud belum waktunya untuk melakukan hal itu.

sumber: pinteres
Beruntungnya waktu itu kami menemukan Paud lain yang menarik hati kami, bagusnya... guru-guru di sana mampu menghandle anak kami yang terbilang tempramen, seneng deh rasanya menemukan sekolah yang tepat, sampai tibalah masa Paud berakhir, dan kami harus mencari Sekolah Dasar.

Aih ternyata pusing ya nyari Sekolah Dasar, kok stress ya... ada yang bagus dengan standar Internasional tapi agamanya kurang, sedangkan kami berpendapat kalau anak-anak tingkat SD harus memperkuat aqidahnya terlebih dahulu. Ada yang bagus dengan konsep alam tapi jauh banget, udah gitu mahal lagi, kalau masuk sekolah negeri yaah begitu yah kualitasnya... walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa kami selaku orang-tuanya pun berasal dari sekolah negeri, di daerah terpencil lagi... dengan fasilitas yang serba terbatas...

Makanya sempet juga ada yang ngomong, "gue dulu sekolah di SD negeri, sekarang gue baik-baik aja tuh, ga ada masalah, sukses-sukses aja tuh"
"Hehe... ya bener sih si abang kayak begitu... pan aye juga same" tapi sebenernya kalau dikurek-kurek lagi ke dalem, di intip-intip lagi gitu, banyak hal juga sih ya yang bikin potensi anak-anak jadi tidak tergali dan karakternya tidak tumbuh, kalau pake istilah bahasa orang-orang mah "mematikan potensi dan membunuh karakter... begitu katanya.

Jadi menurut hemat kita, kalau anak-anak dididik dengan sebaik-baiknya maka potensinya akan maksimal tergali, gitu sihhh...

Sampai akhirnya keidean, bagaimana kalau homeschool aja, kan bisa modifikasi dan customized sendiri, walaupun proses diskusi agak alot dan banyak tarik ulur, akhirnya kami memutuskan untuk mendidik anak lewat jalur homeschooling.

Lanjut ke chapter berikutnya yah... bersambung...














| Tidak ada komentar

Sekolah Cita pelangi, sekolah murah bercita rasa internasional


Sekolah Cita Pelangi adalah sekolah untuk anak berusia dua sampai lima tahun, yang berlokasi di area kolam renang Tasa, Pamulang.

Sebetulnya sebelum masuk Cita Pelangi, saya lebih dulu mengenal The Cliq, yaitu lembaga kursus bahasa Inggris yang diprakarsai oleh Almarhum Miss Tia dan rekan-rekannya yang pada waktu yang berdekatan  juga membuka sekolah untuk usia dini yang bernama Cita Pelangi.

Sekolah Cita Pelangi ini dibuka dengan mimpi agar masyarakat bisa mengenyam pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau, dibangun oleh dua rekan sejawat yang sebelumnya berpengalaman dalam mengelola dan mengajar di Highscope dan Jims (Jakarta Internasional Montessori School) yaitu Miss Nina Karina Tambunan dan Alm Miss Tia Maria  Natanegara yang berpulang pada 2017 yang lalu.

Nah kebetulan nama anakku pelangi, dia sudah mengenal sekolah ini semenjak sering antar-jemput atau menunggu kakak-kakaknya les di The Cliq, atau ikutan workshop parenting yang beberapa kali diadakan di sana, jadi saban hari saat dia minta sekolah dia juga mengutarakan keinginannya untuk sekolah di Cita Pelangi dengan alasan karena dia suka tempatnya, mungkin yang dimaksudkan interior kelas dan aneka permainan yang ada didalamnya.

Kuperhatikan yang diajarkan kepada anak-anak dimulai dari hal-hal sederhana sekali, seperti menyanyikan lagu sambil spelling nama-nama dia dan teman-temannya, dan setelah lanjut TK kemampuan itu ditingkatkan tapi masih di tema yang sama, mereka merangkai dan menyusun nama teman-temannya dengan permainan abjad, atau meniru tulisan yang ada di koran, lambat laun Pelangi bisa membaca dan menulis dengan cara yang menyenangkan dan antusias.

Anak-anak juga bermain sambil belajar dengan beraneka permainan baik yang indoor maupun outdoor, mereka merencanakan sesuatu, memainkannya dan menceritakannya, hal-hal sederhana yang dipupuk setiap hari tanpa terasa telah membentuk karakternya.



Selain itu cita pelangi juga mempunyai area outdoor yang luas, anak-anak dapat mengasah kemampuan motorik kasarnya dengan berjalan, berlari, melompat dan bahkan berenang. Nah, para orang-tua juga tidak perlu mengeluarkan uang berjuta-juta untuk menyekolahkan anaknya disini, tapi walaupun demikian sekolah ini sudah menawarkan fasilitas sekelas sekolah internasional.


Disini juga ada orang-tua yang  kece-kece juga loh, yang kadang-kadang bikin kajian tematik sambil diskusi parenting, english class, senam aerobic, berenang bareng ataupun cuma sekedar makan-makan, yang jelas bikin aktivitas biar mood jadi fresh lagi buat menghadapi seisi rumah.




| Tidak ada komentar

Membuat krim soup

Hari Rabu yang lalu Kaori tiba-tiba pengen makan krim soup, akhirnya hari jumatnya mulailah untuk eksekusi, mulailah si anak ini mencari resep yang mudah untuk membuat krim soup, sebagaimana ia tahu, resep-resep yang mudah atau gampang biasanya doi dapetin di cook pad, kalo emaknya sih lebih suka liat di channel YouTube.

Doi pun melist apa yang dibutuhkan, lebih tepatnya apa yang harus dibeli karena beberapa item sudah ada di rumah, membelinya di minimarket dan item lainnya di pasar terdekat.
Berhubung doi penggemar keju kelas berat, jadi resepnya cocok banget deh buat dia, dan dilakukan dengan antusias berhubung cooking adalah salah satu aktivitas favorit dia.  Dan voila, akhirnya krim soup jadi dengan rasa yang lumayan nikmat, walaupun sebenarnya resep krim soupnya adalah krim soup jamur tapi jadinya krim soup ayam... Tapi rasa tetap ok banget.
| Tidak ada komentar

Mempertimbangkan Masuk sekolah sepak-bola

Beberapa bulan yang lalu anak laki-laki kami  (9 thn) menyatakan keinginannya untuk masuk sekolah bola di dekat rumah. Sudah lama memang ia senang bermain sepak-bola, tapi kami tidak pernah terpikirkan untuk menseriusi permainan sepak-bolanya dengan memasukkannya ke sekolah sepak-bola, terlebih lagi karena kami berpendapat bahwa sepak-bola hanya sekedar tontonan, bukan sebuah profesi yang menjanjikan.

Karena berkali-kali diutarakan, akhirnya keinginan ini disambut oleh buyanya dengan memberikan tugas persyaratan, tugas ini dimaksudkan dengan mencapai dua tujuan, pertama secara pengetahuan si anak jadi tahu mengenai kondisi persepak-bolaan di Indonesia dan dunia, yang kedua persyaratan ini dimaksudkan untuk melihat keseriusan serta melatih kegigihan dia dalam memperjuangkan apa yang ia inginkan.

Mulailah hari-hari ia habiskan untuk googling terkait dunia sepak bola, dimulai dari sejarah sepak-bola, sepak-bola di Indonesia, kondisi politik sepak-bola indonesia serta masa depan sepak-bola indonesia.

Selain googling, ia juga sibuk mencatat dan belajar bagaimana menyusun slide presentasi, Buya memberikan waktu selama dua minggu untuk proses itu.



Ia memperlihatkan kegigihannya dalam proses penyelesaian tugas presentasi, sehingga meninggalkan bermain di luar ataupun memilih di rumah ketika di ajak pergi, "ingin menyelesaikan tugas katanya"


Puncaknya, di suatu pagi Pancar mempresentasikan mengenai dunia persepakbolaan, yang dimulai dari sejarah sepak-bola itu sendiri, kapan masuk ke Indonesia, organisasinya, serta masa depan sepak bola Indonesia. Dari proses ini dia mengenal beberapa tokoh penting di Indonesia, yaitu Presiden Soekarno, serta Soeratin Sosrosoegondo sebagai pendiri PSSI. Bahkan ada hal penting yang ia sukai dari apa yang pernah disampaikan oleh Presiden soekarno mengenai penolakkannya terhadap keikut-sertaan Israel dalam Asian Games pada waktu itu, karena sudah jela-jelas bahwa Israel itu penjajah, dan penjajah itu harus dihapuskan.

Begitulah, cerita pembelajaran di keluarga kami, bagaimana menanamkan keteguhan dalam mencapai tujuan atau yang selalu saya sebut sebagai mengasah daya juang.

see you...
| Tidak ada komentar

Pulang

Kehilangan jiwa seseorang adalah hal terberat dalam hidup ini, kematian memisahkan kita dari keluarga dan handai taulan dalam kehidupan ini selama-lamanya. Hari itu, salah satu anggota keluarga kami telah berpulang.


doc: ebbikochan.wordpress.com
Akang, begitulah aku memanggilnya sebagaimana aku telah diperkenalkan panggilan itu sejak kehidupanku bermula oleh kedua orangtuaku tentunya. Adalah satu-satunya saudara yang aku punya setelah Emak gagal mendapatkan anaknya yang ketiga.

Masih hangat sekali rasanya hari-hari terakhir aku melihatnya di ruang ICU, sudah menjadi orang yang berbeda, bahkan sempat tak mengenaliku sebagai adiknya, bagaimana tak runtuh rasanya mendengar satu-satunya kakak yang kupunya sudah hilang ingatannya bahkan hanya untuk mengenali. Air mata tanpa permisi mengalir dengan derasnya, sehingga tak sanggup untuk menatapnya, aku ingat...  suster bilang jangan menangis didepannya, khawatir mempengaruhi psikologisnya, olehkarenanya aku berbalik membelakanginya.


Ya Allah, pria yang dulu berperawakan tinggi dan rupawan ini terbaring tak berdaya, kulitnya yang dulu putih kini menghitam akibat penyakit gagal ginjal yang dideritanya selama lima tahun belakangan, begitu pula perawakan badannya yang tak kalah habisnya, rambutnya yang rontok, sungguh tak tega rasanya, ditambah lagi saat terbaring di ICU ini pembicaraannya sudah meracau, bahkan dihadapkan dengan anaknya saja ia tak mampu mengenali namun masih sambil menyisakan tawa, "kedeung, mikir heula" (bentar, mikir dulu), sambil ia memegang kepalanya.


Hari-hari terakhir menjelang koma, berlangsung antara sedih dan lucu, rasa sedih yang muncul saat melihat kesehatannya yang menurun secara drastis, kaki yang semakin mengecil dan tentu tak kuat berjalan, memorinya yang tak sepenuhnya dapat mengingat bahkan anggota keluarganya sendiri. Akan tetapi ia juga memancarkan kelucuan karena racauannya menyimpan humor yang menghibur kami-kami yang disekitarnya, bahkan memancarkan keromantisan tutur kata terhadap istrinya, kebahagiaan tersendiri juga saat mendengarnya begitu fasih mengucapkan kalimat thoyibah yang ia sematkan di setiap kalimat yang ia ucapkan, yang aku tahu, itu tak seperti dirinya, seakan orang lain yang berada didalamnya. 


"ini siapa?" kata ceu icih menunjuk dirinya sendiri, bermaksud hendak menguji ingatan suaminya, "Cicih" jawab akang dengan mantap, "cicih siapa?" tanya ceu icih... "suaminya nu kasep"... kata akang "siapa nu kasep?"... "nasa atmawijaya" katanya.
Bagi Bapak, melihat akang meracau mengingatkannya kepada akang di masa kecil dahulu, saat akang di masa kecil pernah memanggil dirinya sendiri nu kasep, karena menangkis ledekan orang terhadap dirinya .

Sedih juga rasanya membayangkan dirinya di ruang ICU, tanpa diperbolehkan ditemani siapapun didalam waktu yang terasa panjang, untung saja harus diganti cairan CAPD oleh Ceu Icih  sehingga bisa masuk rauangannya setiap 4 jam sekali


Keesokkannya, di hari kamis, aku sedang di rumah emak, karena berpikir mau merapihkan rumah serta kasihan dengan anak-anak jika beristirahat di ruang tunggu rumah sakit, ceu icih menelpon agar kami yang berada di rumah bersegera ke rumahsakit karena akang sudah diam sama sekali.


flashback...

Baaappppaaaakkkk.... Baaaappppaaaakkkk..., aku berteriak sekencang-kencangnya... di ujung kebon samping rumah kediaman kami... berharap bapak mendengarnya di tengah sawah sana, bagiku yang saat itu berusia di bawah lima  tahun, dunia ini seperti tidak ada siapa-siapa saat bapak tidak tampak dihadapanku, padahal emak hadir disisiku, sedang beraktivitas di dapur, mengipasi nasi atau yang dinamakan ngakeul, maka wajarlah jika ada peribahasa yang mengatakan bahwa ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Lalu, saat Bapak pulang dan kami makan bersama-sama, kudengar Bapak bercerita kepada emak kalau dia mendengar anak perempuannya memanggil-manggilnya dan suaraku terdengar sampai ditengah sawah sana, padahal aku hanya berspekulasi mengenai keberadaan Bapak.

Kini, aku mengulangnya kembali, peristiwa yang sudah bertahun-tahun silam tak ku lakoni lagi yaitu berteriak memanggil Bapak di ujung sawah sana, aku berlari meninggalkan rumah menjemput bapak di sawah sambil menahan sesaknya dada dari tangis yang membuncah, "Bappppaaaakkkkkk"... "Baaappppaaakkkk"... aku berteriak-teriak berharap Bapak mendengarnya, karena aku tidak tahu Bapak berada dimana, sejauh mata memandang tak kulihat Bapak, lagi-lagi aku hanya berspekulasi saja bahwa manusia di ujung sana yang terlihat kecil dan memakai topi caping itu Bapak, maka aku memutuskan berjalan ke arah sana saja, dan sosok itu tiba-tiba berlari sambil melemparkan apa yang digenggamannya...

Kondisi Akang memburuk, tidak sadarkan diri, sudah diam sama sekali tanpa bergeming, dan hanya ada suara monitor ruang ICU,  nit.. nit.. nit.. begitulah suaranya, monitor itu menampilkan gambaran detak jantung dengan pola zig-zag yang sebenarnya tidak aku mengerti bagaimana mengartikannya... namun aku tahu dari pola-pola itu tanda-tanda kehidupan seseorang digambarkan, sedikit waktuku aku sempatkan untuk mengaji disampingnya sambil berharap ia tersadar kembali "kang bangun" ujarku sambil sedikit menggoyang-goyangkan pundaknya, matanya tidak sepenuhnya tertutup, pola-pola zig-zag di monitor itu naik turun sambil membunyikan nada naik turun yang membuatku terkaget-kaget, seakan nadanya satu oktaf lebih tinggi mendengar bacaan Al-Qur'an yang diperdengarkan, namun bagiku, akang seperti sedang berpura-pura tidur sehingga aku tak bosan-bosannya berhenti sejenak dari bacaanku terutama saat s moitor itu memperdengarkan nada satu oktaf lebih tinggi, seakan-akan ada harapan kehidupan didalamya, aku kembali menggoyangkan sedikit pundaknya sambil mengulangi kata-kataku "kang hudang".


Di sela-sela kondisi itu, aku dan keluarga amat bersyukur karena mendapati kemudahan serta kebaikan yang diberikan oleh kawan-kawan dokter dan perawat penjaga ICU, ceu Icih diperbolehkan standby disampingnya bahkan selama 24 jam, sesuatu yang amat mustahil dilakukan di ICU dimanapun, bahkan Nia diperbolehkan juga untuk mengaji disampingnya, mengiringi masa-masa diangkatnya ruh dari tubuhnya. Kemustahilan itu menjadi decak penasaran penunggu pasien yang lain, sehingga berkata "siapa sih yang meninggal, kok sampai semua perawat memenuhi ruang ICU?", atau saat aku mengaji di sebelah akang, sementara ceu icih ada disebelahnya sambil mentalqin, perawat masuk ke ruangan kami, kupikir aku akan di usir karena hanya boleh satu saja yang menjaga, tapi si perawat hanya masuk dan menutup tirai, agar orang lain tidak melihat dan merasa iri kepada kami, dan ini berlangsung selama dua kali, walaupun di hari sebelumnya kami tetap harus disiplin tidak bisa masuk sembarangan seperti dua terakhir.


Maka di hari itu, tepat di pukul 3 sore di hari jumat di as'adil ayyam, Ia berpulang kepemilik-Nya, Innalillahi wa inna ilaihi rojiun....“Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jualah kami kembali.”


Allahummaghfir lahu, warhamhu, wa ‘aafihi wa’ fu’anhu, wa akrim nuzulahu, wawassi’ madkhalahu, waghsilhu bilmaa i, wattlji walbardi wanaqqihi minalkhaayaa kamaa yunaqqattubul abyadhu minaddanasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wazaujihi wa adkhilhuljannata wa a’idzhu min ‘adzaabilqabri wa fitnatihi wa min ‘adzaabin naar. Allahummaghfir lihayyinaa wa mayyitinaa wa syaahidinaa wa ghaaibinaa wa shaghiiranaa wa kabiiranaa wa dzakarinaa wa untsaanaa. Allahumma man ahyay tahu min naa fa ahyihi ‘alal islaami wa man tawaffay tahu min naa fatawaffahu ‘alal iimaan. Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa tudhillanaa ba’dahu birahmatikayaa ar hamar raahimiin. Walhamdulilllahi rabbil ‘aalamien.


Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, lindungilah dia dan maafkanlah dia, Dan muliakanlah tempat tinggalnya sekarang ini, dan lapangkanlah kuburnya. Bersihkanlah dia  dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia  dari segala kesalahan sebagaimana Engkau telah membersihkan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya didunia dengan rumah yang lebih baik daripada yang dia tinggalkan, dan gantilah keluarganya didunia (yang ditinggalkan) dengan keluarga yang lebih baik (diakhirat). yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, dan istri yang lebih baik dari yang ditinggalkan. Masukkanlah dia  ke dalam surga, dan lindungilah dia  dari siksa kubur serta fitnahnya, dan dari azab api neraka. Ya Allah berikanlah ampunan bagi kami yang masih hidup dan yang telah meninggal dunia, dan bagi kami yang hadir, dan bagi kami yang ghoib, dan kami yang masih kecil (anak-anak), dan kami yang dewasa, dan bagi kami laki-laki dan bagi perempuan. Ya Allah, siapapun yang hidup diantara kami, maka hidupkanlah dalam Islam, dan siapapun yang Engkau matikan diantara kami, maka matikanlah kami dalam Iman. Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami atas pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan rahmat-Mu wahai Tuhan yang Maha pengasih penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.




Oh ya Allah sebagaimana Engkau telah gambarkan akhir kehidupannya dengan kebaikan, aku percaya bahwa di alam kuburnya Engkau telah mengaruniakannya kebaikan juga.
| Tidak ada komentar

Parentingan: Happy Mommy Happy Family

Hari kamis kemarin, adalah saat dimana kami memulai lagi aktifitas kajian sambil menunggu anak-anak Cita Pelangi pulang sekolah, sebelumnya aktifitas kajian tematik dan pengajian Al-Quran sudah dilaksanakan pada bulan Ramadhan tahun 2017 ini.

Pukul sembilan lewat lima belas menit ibu-ibu Cita Pelangi yang senang saling menyapa dengan sebutan Mak ini sudah berkumpul di area taman Tasa Swimming Pool, saya langsung mengajak mereka untuk membuat lingkaran besar sambil berdiri, Ibu-ibu di ajak main tebak-tebakkan, satu orang ibu maju dan melihat gambar yang saya tunjukkan, dan bertugas untuk menyampaikan clue kepada ibu-ibu yang lain dengan memakai bahasa inggris atau boleh dengan memperagakannya.


Satu per satu ibu-ibu maju, dan satu per satu ibu-ibu menebak, saya pikir bagian tersulitnya adalah ketika mama mylo harus menyampaikan clue tentang Macgyver, namun ternyata berhasil ditebak oleh mama Hanin, walaupun dia kelahiran tahun 1987 yang kami pikir tidak mengenal sosok ini.



Senang sekali melihat ibu-ibu bergembira saat memulai acara ini, yuk mari-mari kita bagi kelompok ini menjadi dua kelompok tanpa menggunakan suara, kelompok ganjil untuk ibu-ibu yang usianya sekarang ganjil dan kelompok genap untuk ibu-ibu yang kali ini usianya genap, tanpa bersuara ya ibu-ibu.



Baik... sekarang tugasnya adalah ibu-ibu berdiskusi untuk mengidentifikasi apa saja yang membuat ibu-ibu galau dan rumuskan solusinya.

Sekarang kita lihat kelompok genap, tampaknya sepi sekali... tapi tetap terlihat adanya aktifitas diskusi, dengan seseorang yang sedang mencatat.

Tibalah saatnya presentasi dari kelompok ganjil, didenger-denger kok presentasinya agak ganjil gitu yah... kalo anak rewel kasih hape... gituh katanya...




Presentasi dari kelompok genap ini tampak seperti penyuluhan bubuk abate gituh, tapi seru juga sih dia... dari presentasinya dikatakan kalau anak lagi ga mau makan, bawa aja ke kfc... ulala keren banget kan... saya juga mau ah...

ok cukup sekian sharing discuss kita hari ini, kita tutup dengan Basmallah... see you next time








| Tidak ada komentar